So Aja

Baca online: cerpen, puisi, naskah drama, surat

0 Komentar 01/06/16 | @ 23.21

Untuk memenuhi syarat-syarat laporan, dalam perencanaan pembuatan laporan perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut.

Tujuan Pembuatan Laporan

Sebelum dilakukan sesuatu yang lain dalam pembuatan laporan, perlu lebih dahulu ditentukan dan dipastikan tujuan disusunnya suatu laporan. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah menjawab pertanyaan:

Diharapkan untuk keperluan apa laporan itu?

  • Apakah hanya sekedar memberikan informasi?
  • Apakah diharapkan akan dipakai sebagai dasar untuk mengambil suatu tindakan?
  • Apakah untuk memperoleh pengakuan atas sesuatu penemuan baru?
  • Apakah untuk keperluan masa-masa yang akan datang?
  • Dan lain-lain.
  • Siapa yang diharapkan akan membaca laporan itu?

  • Apakah atasan langsung?
  • Apakah para spesialis yang berhubungan dengan tugas-tugas teknis?
  • Apakah pimpinan tertinggi suatu instansi/organisasi?
  • Apakah pihak luar
  • Dan lain-lain.
  • Apabila telah diketahui untuk apa laporan itu dibuat dan siapa nanti yang akan membaca, langkah berikutnya adalah menentukan bahan-bahan laporan.

    Sumber Bahan Laporan

    Penentuan bahan-bahan laporan dan sumbernya bahan-bahan laporan yang dapat digunakan, antara lain:

  • Surat-surat keputusan dan landasan-landasan yuridis lainnya.
  • Skema-skema/struktur organisasi.
  • Bagan-bagan.
  • Notula hasil rapat.
  • Data kepegawaian, keuangan, materiil, dan sebagainya.
  • Buku-buku pedoman.
  • dan lain-lain.
  • Bahan-bahan laporan seperti tersebut di atas dapat diperoleh baik dari sumber-sumber primer maupun sumber-sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber bahan laporan yang untuk memperoleh data yang terkandung di dalamnya harus dilakukan sendiri oleh pengumpul data atau penyusun laporan.

    Dari sumber primer ini diperoleh data primer, yaitu data yang meliputi:

  • Hasil wawancara dengan para pejabat.
  • Hasil diskusi dengan para pejabat.
  • Hasil pengisian daftar pertanyaan atau daftar pengecekan.
  • Hasil observasi langsung.
  • Sumber sekunder adalah sumber-sumber yang telah mengandung data yang dapat kita gunakan sebagai bahan laporan, seperti:

  • Perpustakaan.
  • Unit-unit statistik.
  • Almanak.
  • Buku-buku.
  • Laporan-laporan.
  • Hasil riset badan peneliti, dan sebagainya.
  • Label:

    0 Komentar | @ 00.38

    Sebagaimana dijelaskan dalam artikel sebelumnya tentang notula secara komplit. Bahwasanya notula adalah catatan mengenai semua pembicaraan selama rapat berlangsung. Notula biasanya dikerjakan oleh sekretaris organisasi (lembaga) yang mengadakan rapat, atau seorang yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas itu. Notula merupakan sumber informasi atau sebagai dokumen otentik. Karena itu harus ditulis dengan teliti, tepat dan jelas.

    Berikut ini adalah contoh notula untuk melengkapi pemahaman kita tentang wujud dari notula sendiri.

    contoh-notula

    Contoh Notula

    Demikianlah pembahasan tentang notula mulai dari pengertian, sifat, bentuk sampai dengan contoh sudah selesai. Semoga bermanfaat.

    Label: ,

    0 Komentar 31/05/16 | @ 05.46

    Pengertian Notula

    Notula adalah catatan mengenai semua pembicaraan selama rapat berlangsung. Notula biasanya dikerjakan oleh sekretaris organisasi (lembaga) yang mengadakan rapat, atau seorang yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas itu. Notula merupakan sumber informasi atau sebagai dokumen otentik. Karena itu harus ditulis dengan teliti, tepat dan jelas.

    Bentuk dan Urutan Notula

    Lazimnya bentuk notula sudah tertentu, tetapi ada pula organisasi atau lembaga yang membuat notula menurut caranya sendiri. Notula yang lengkap biasanva berisi hal-hal seperti di bawah ini. Tetapi ada pula organisasi yang menyimpang dari urutan-urutan ini:

  • Nama Badan atau Lembaga yang menyelenggarakan rapat.
  • Sifat rapat (rapat rutin, tahunan, luar biasa atau rapat lainnya).
  • Hari dan tanggal diselenggarakan rapat.
  • Tempat rapat.
  • Waktu mulai dan berakhirnya rapat.
  • Nama dan jabatan yang memimpin rapat.
  • Daftar hadir peserta.
  • Koreksi dan perbaikan notula rapat yang terdahulu.
  • Catatan semua persoalan yang belum ada keputusan.
  • Usul-usul atau perbaikan-perbaikan.
  • Tanggal berapa akan diadakan rapat berikutnya.
  • Penundaan rapat dan tanggal penundaan (bila perlu).
  • Koreksi notula yang terdahulu.
  • Tanda tangan notulis dan ketua rapat.
  • Sifat Notula

    Sekretaris harus menyiapkan notula segera setelah rapat usai dan dapat membacakan kembali pokok-pokok persoalan beserta latar belakangnya. Mungkin catatan-catatan itu tergesa-gesa dibuat. sehingga kurang lengkap. Notula harus obyektif tanpa tambahan yang tidak langsung mengenai persoalannya Notula sebaiknya diketik sesuai dengan keperluan.

    Usul/Saran

    Nama peserta yang mengajukan usul/saran dapat dicantumkan dalam notula. Tetapi nama-nama pendukung tidak perlu ditulis. Usul-usul atau saran-saran yang diterima atau ditolak perlu juga dicatat. Tentang pungutan suara dapat dipakai cara dengan mengacungkan tangan, berdiri atau dengan menulis pada selembar kertas. Kemudian dicatat berapa yang setuju dan berapa yang tidak setuju.

    Distribusi Notula

    Jika rapat eksekutif atau rapat dalam kelompok, maka notula rapat yang terdahulu kadang-kadang perlu dibagikan kepada para peserta sebelum rapat dimulai. Sebelum dibagikan notula itu harus diperiksa dulu kecermatan dan kelengkapannya.

    Notula mungkin dibuat seperlunya untuk dibagi-bagikan kepada para peserta. Dengan demikian para peserta rapat dapat mengetahui lebih dahulu apa yang akan diperbincangkan dalam rapat nanti, jika persoalannya ada kaitannya dengan rapat terdahulu. Kadang-kadang ada peserta yang mengusulkan agar notula dibacakan sebelum rapat dimulai, karena isi notula itu akan tetap segar dalam ingatan.

    Dengan membaca lebih dahulu notula yang diterima, semua peserta dapat memikirkan bahan-bahan apa dan informasi yang bagaimana yang akan dibicarakan dalam rapat yang akan diselenggarakan nanti. Kerja kelompok akan lebih sempurna, dengan demikian tidak perlu lagi membacakan notula dalam rapat nanti. Setiap peserta dapat membaca, jika ada kesalahan dapat mengusulkan perbaikannya dalam rapat nanti.

    Perbaikan Notula

    Jika notula tidak dibagi-bagikan, maka harus dibacakan lebih dahulu dalam rapat untuk diadakan koreksi. Jika perbaikan yang mungkin ada diterima, maka sebaiknya ditulis dengan tinta merah. Jika sudah diterima oleh rapat, maka tidak boleh diadakan perubahan-perubahan lagi.

    Pada bagian bawah notula, sekretaris/notulis harus memberikan tanda tangan dan berikut nama dan jabatannya. Kata "diperbaiki" disertai dengan tanggal ditulis/diketik di bawah, tanda tangan di bagian kiri, dan ditanda-tangani oleh sekretaris dan pimpinan.

    Contoh Notula

    Contoh pembuatan notula resmi (tunggu artikel berikutnya.)

    Label: ,

    0 Komentar 16/06/13 | @ 09.56

    Ragam laporan tidak bisa dipetakan secara jelas. Tetapi macam-macam laporan yang berhasil ditemukan ragam laporan berdasarkan: 1) maksud laporan dan bentuk laporan.

    Ragam Laporan Berdasarkan Maksud Laporan

    Ragam laporan berdasarkan maksud dapat dibedakan menjadi: 1) Laporan periodis, 2) Laporan kemajuan, 3) Laporan hasil uji, 4) Laporan rekomendasi, 5) Laporan penelitian dan 6) Laporan kegiatan.

    Laporan periodis

    Laporan periodis atau dikenal dengan laporan berkala, yaitu laporan yang dibuat dalam jangka waktu tertentu, misalnya laporan bulanan, triwulan, semester, ataupun tahunan. Hal itu tergantung dari kebutuhan. Laporan ini biasanya disusun oleh Kepala Bagian, Kepala Sekolah, ataupun pimpinan perusahaan.

    Laporan kemajuan

    Laporan kemajuan adalah laporan yang bertujuan untuk menyediakan informasi tentang kemajuan/perkembangan, perubahan, atau tahap yang sudah dicapai suatu rencana usaha. Misalnya laporan pembangunan bendungan. Di dalam laporan tersebut terdapat tahap-tahap yang dilalui mulai dari perencanaan, hingga pelaksanaan, dan perkembangan terkini dari bendungan yang sedang dibangun.

    Laporan hasil uji

    Laporan hasil uji adalah laporan yang digunakan untuk memberikan informasi tentang pengetahuan suatu benda dari hasil uji sesuatu. Misalnya laporan mengenai kondisi suatu bangunan, pabrik, atau sumber daya alam.

    Laporan rekomendasi

    Laporan rekomendasi adalah laporan yang digunakan untuk menyediakan keterangan dasar atau pujian terhadap suatu hal untuk pertimbangan dalam menentukan tindakan berikutnya. Misalnya laporan tentang lokasi perumahan dan alternatif cara memaksimalkan potensinya.

    Laporan penelitian

    Laporan penelitian adalah laporan yang dibuat untuk memberitahukan penemuan yang belum diketahui sebelumnya dan diperoleh dari hasil percobaan, penyelidikan, kuesioner, dsb yang dilakukan secara intensif. Misalnya laporan penelitian tentang manfaat cabai untuk pertumbuhan tinggi badan.

    Laporan kegiatan

    Laporan kegiatan adalah laporan yang dibuat setelah melaksanakan suatu kegiatan. Misalnya laporan perjalanan, yaitu laporan yang dibuat setelah melaksanakan kegiatan perjalanan di Pulau Bali.

    Ragam Laporan Berdasarkan Bentuk Laporan

    Berdasarkan bentuknya, laporan dijabarkan sebagai: 1) Laporan formulir isian, 2) Laporan Surat, dan 3)Laporan memorandum.

    Laporan formulir isian

    Laporan formulir lisan adalah laporan yang bentuknya berupa formulir isian/blangko yang isinya mengarah pada tujuan yang ingin dicapai. Laporan seperti ini biasanya bersifat rutin atau dilakukan secara berkala tetapi waktu yang membatasi biasanya sedikit, misalnya mingguan atau harian.

    Laporan Surat

    Laporan surat adalah laporan yang berbentuk surat. Surat ini seperti surat pada umumnya, hanya ada subjek yang ingin disampaikan agar dapat diketahui oleh penerima laporan. Apabila yang dipilih adalah laporan berbentuk surat, maka nada dan pendekatan yang dilakukan bersifat pribadi. Laporan berbentuk surat dapat digunakan menyampaikan segala macam topik.

    Laporan memorandum

    Laporan memorandum adalah laporan yang berbentuk memorandum. Laporan ini ditulis seperti surat hanya saja biasanya lebih singkat. Laporan memorandum sering digunakan untuk menulis laporan singkat dalam bagian-bagian suatu instansi. Misalnya dari atasan untuk bawahan dalam suatu hubungan kerja.

    Label:

    0 Komentar | @ 09.47

    Hal-hal yang Harus Diperhatikan Dalam Menulis Laporan

    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis laporan antara lain: 1) Hal yang dilaporkan, 2) Pihak yang melaporkan, 3) Pihak yang menerima laporan, dan 4) Bahasa laporan.

    Hal yang dilaporkan

    Hal yang dilaporkan adalah topik pokok yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaporkan. Hal yang akan dilaporkan berpengaruh pada isi laporan dan bentuk dari laporan itu sendiri.

    Pihak yang melaporkan

    Pihak yang memberikan laporan bisa berupa perorangan atau panitia. Pihak yang melaporkan harus mengetahui duduk persoalan yang akan dilaporkan sehingga tidak membuat laporan secara sembarangan dan laporannya bersifat objektif dan akurat.

    Pihak yang menerima laporan

    Penulis laporan harus memperhatikan pihak yang menerima laporan, jabatannya, statusnya, serta posisinya. Karena hal ini akan berpengaruh pada gaya, isi, dan tujuan dari penulisan laporan.

    Bahasa laporan

    Bahasa yang digunakan dalam laporan adalah bahasa formal yang memenuhi syarat baik dan benar. bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa baku yang terdapat dalam EYD. Penyusunan paragraf, kalimat, pemilihan kata, hingga tanda baca yang digunakan harus tepat dan dari segi sintaksisnya bahasanya teratur.

    Label:

    0 Komentar | @ 09.38

    Bagian-bagian isi laporan tergantung dari ragam laporan yang dibuat. Bagian-bagian dari laporan yang biasa digunakan adalah: 1) Sampul, 2) halaman judul, 3) surat penyerahan, 4) abstrak, 5) daftar isi, 6) pendahuluan, 7) isi, 8) kesimpulan dan saran dan 9) bagian pelengkap.

    Sampul

    Sampul atau cover adalah bagian yang biasanya berada paling luar. Berisi judul laporan, penyusun laporan, kepentingan penyusunan laporan, logo instansi, dan bulan pembuatan laporan.

    Halaman judul

    Halaman judul berisi judul laporan, nama dan identitas penerima laporan, nama dan identitas penulis, tempat dan tanggal. Judul laporan harus jelas, ringkas, lengkap, dan mencerminkan isi. Identitas dan nama penerima tidak selalu ditulis, tetapi jika disertakan biasanya diawali dengan kata “Diserahkan Kepada”. Nama dan identitas penulis didahului kata “Oleh” dan diikuti identitas penulis. Tempat dan tanggal ditulis di bagian bawah dengan terpisah.

    Surat penyerahan

    Surat penyerahan adalah surat formal yang berisi unsur-unsur konvensional surat dengan judul “Surat Penyerahan”. Sebenarnya surat penyerahan ini bukanlah bagian dari laporan, tetapi hanya sebagai pengantar dan sifatnya perorangan.

    Abstrak

    Abstrak adalah suatu uraian yang bertujuan menerangkan aspek-aspek yang ditulis dan informasi penting dalam laporan kepada pembaca. Ini penting untuk melihat secara sekilas isi dari laporan. Dapat juga digunakan untuk menyegarkan ingatan agar ingat kembali isi laporan yang sudah dibaca.

    Daftar isi

    Daftar isi adalah bagian dari laporan yang menunjukkan garis besar judul, subjudul laporan yang memberi gambaran dan petunjuk topik apa saja yang dilaporkan. Daftar isi berguna untuk memudahkan pembaca mengetahui struktur dari laporan.

    Pendahuluan

    Pendahuluan adalah bagian dari laporan yang berfungsi sebagai pengantar sebelum memasuki inti dari suatu laporan. Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah, ruang lingkup, uraian ringkas penyusunan, tujuan, sumber informasi, waktu pelaksanaan, dsb.

    Isi

    Isi dari laporan menyangkut persoalan dan segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan persoalan tersebut. Biasanya isi laporan meliputi: hasil pengamatan, pencocokan data dan fakta, faktor pendukung dan penghambat, pembahasan dan hasil dari sesuatu yang telah dilaksanakan mengenai pokok persoalan yang akan dilaporkan.

    Kesimpulan dan saran

    Kesimpulan dan saran adalah bagian penutup dari laporan. Kesimpulan ditarik dari fakta-fakta dan banyak mempersoalkan hubungan logis. Sedangkan saran merupakan langkah atau alternatif-alternatif penyelesaian masalah supaya masalah dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. Bentuk kesimpulan tergantung dari isi laporan karena urutannya penyajiannya sesuai dengan isi laporan.

    Bagian Pelengkap

    Bagian pelengkap adalah bagian dari laporan yang melengkapi laporan. Bagian pelengkap ini biasanya berupa lampiran dan bibliografi. Misalnya lampiran tentang data yang telah dikumpulkan, foto-foto, peta, dan lain sebagainya.

    Label:

    0 Komentar | @ 09.34

    Adapun syarat-syarat laporan terdiri dari 4 hal, yaitu: 1) Objektif, 2) Menarik, 3) Lengkap dan 4) Komunikatif.

    Objektif

    Laporan haruslah objektif. Laporan tidak boleh mengandung pendapat-pendapat pribadi dan tidak dipengaruhi oleh pemikiran penulis. Laporan semata-mata hanya merupakan deskripsi dari kenyataan dan disusun berdasarkan fakta yang spesifik. Penulis hanya sebagai media penyampaian fakta. Apabila tidak objektif, maka laporan akan menjadi sesuatu yang meragukan.

    Menarik

    Laporan harus menarik, baik dari segi topik maupun tampilan. Laporan yang menarik topiknya ditandai dengan pengangkatan topik yang aktual, belum pernah dilakukan, dan dapat bermanfaat untuk masyarakat. Dari segi tampilan, menarik berarti disajikan dengan baik sehingga mempermudah pembaca memahami isi dari laporan.

    Lengkap

    Laporan harus lengkap isinya. Laporan dikatakan lengkap isinya apabila semua bagian-bagian penting dalam laporan ada dan dijelaskan secara gamblang. Sehingga pembaca akan mengetahui detil dari apa yang dilaporkan.

    Komunikatif

    Laporan harus menggunakan bahasa yang komunikatif sehingga bisa mengomunikasikan permasalahan dengan baik. Bahasa yang komunikatif adalah bahasa yang baik, benar, serta mudah dimengerti. Dengan bahasa yang komunikatif, pembaca tidak akan dibingungkan dengan laporan yang sedang dibacanya sehingga tujuan dari penulisan laporan tercapai.

    Label:

    0 Komentar | @ 09.31

    Tujuan dari pembuatan laporan tergantung dari situasi dan kondisi pembuat dan penerima laporan. Tujuan laporan secara umum adalah: 1) Untuk mengatasi suatu masalah, 2) Untuk mengambil keputusan, 3) Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan dan 4) Untuk mengadakan pengawasan dan perbaikan.

    Untuk mengatasi suatu masalah

    Berdasarkan laporan, seseorang atau suatu pihak dapat mencari solusi yang tepat dari masalah yang sedang dihadapi. Misalnya naiknya BBM sangat menyusahkan masyarakat. Lalu ada seseorang berhasil menemukan alternatif energi yang dapat mengganti BBM. Hal ini dapat membantu mengatasi permasalahan masyarakat terhadap kenaikan BBM.

    Untuk mengambil keputusan

    Laporan dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk mengambil keputusan dalam suatu hal. Misalnya, dalam laporan terhadap kinerja karyawan PT.X ditarik kesimpulan bahwa banyak karyawan yang menganggur ketika jam kerja, maka dibuat keputusan untuk memindahkan karyawan ke bidang lain yang masih memerlukan banyak tenaga.

    Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan

    Melalui laporan pembaca dapat mengetahui perkembangan dan kemajuan suatu hal. Misalnya, pemerintah sedang melaksanakan sosialisasi penghematan listrik. Maka perkembangan dari penghematan listrik terus diamati hingga tujuannya benar-benar tercapai.

    Untuk mengadakan pengawasan dan perbaikan

    Laporan digunakan untuk mengadakan pengawasan dan perbaikan. Misalnya pemerintah mengadakan program seribu sekolah sehat. Dengan adanya program tersebut, pemerintah secara berkesinambungan mengawasi dan mengadakan perbaikan di sekolah-sekolah yang sekiranya memerlukan perbaikan.

    Label:

    0 Komentar | @ 09.28

    Keunggulan Laporan

    Laporan memiliki 2 kelebihan, yaitu: 1) akurat dan 2) faktual. Sedangkan kelemahan laporan adalah: 1) penyusunan memakan waktu lama, 2) Memerlukan ketelitian dan keintensifan dan 3) Kadang hanya untuk kalangan terbatas.

    Akurat

    Informasi yang diperoleh dari laporan merupakan informasi yang lengkap dan akurat. Hal ini dikarenakan laporan disusun berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Penulis tidak sembarangan dalam menyusun suatu laporan. Hal yang dilaporkan benar-benar kenyataan, sehingga data, informasi, dan kesimpulannya adalah sesuatu yang akurat dan benar adanya.

    Faktual

    Laporan yang disajikan selalu bersifat faktual. Yang dimaksud faktual adalah hal baru yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Melalui laporan kita dapat mengetahui hal-hal baru untuk menambah pengetahuan yang kita miliki.

    Kelemahan Laporan

    Kelemahan dari laporan antara lain.

    Memerlukan waktu dalam penyusunannya

    Waktu yang diperlukan dalam menyusun laporan tidak sedikit, bahkan bisa bertahun-tahun. Hal itu tergantung dari target penyusunan dari penulis. Waktu penyusunan yang relatif lama membuat informasi yang ingin disampaikan menjadi tertunda.

    Memerlukan ketelitian dan keintensifan

    Dalam menulis laporan, penulis harus ekstra teliti dan hati-hati. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan sekecil apapun, terutama dalam memasukkan data untuk dianalisis. Karena satu saja kesalahan kecil dapat mengubah kesimpulan. Selain itu laporan harus ditulis secara intensif agar segala sesuatu bersifat berkesinambungan sehingga tidak terjadi kelalaian.

    Kadang hanya untuk kalangan terbatas

    Sebagian besar laporan dibuat hanya untuk kalangan tertentu, tidak semua orang dapat mengetahui laporan. Misalnya saja laporan keuangan suatu perusahaan, maka hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengakses laporan tersebut. Hal ini tentunya akan mempersulit orang yang ingin mengetahui contoh laporan yang diinginkan dan mendapatkan informasi yang ada di dalamnya.

    Label:

    0 Komentar 15/06/13 | @ 19.33

    Fungsi laporan sendiri dapat bedakan menjadi 3 hal, yaitu: 1) Menyediakan informasi, 2) Sebagai bentuk pertanggungjawaban, dan 3) Sebagai acuan. Untuk masing-masing bisa dilihat sebagai berikut.

    Menyediakan informasi

    Laporan berfungsi untuk menyediakan informasi. Melalui laporan kita dapat mengetahui informasi yang kita perlukan mengenai suatu hal dalam bidang tertentu. Misalnya, laporan pembangunan sekolah, dari laporan tersebut kita dapat mengetahui proses pembangunan , apa saja yang dibutuhkan, biaa yang dikeluarkan,dan sebagainya.

    Sebagai bentuk pertanggungjawaban

    Laporan berfungsi sebagai bentuk pertanggungjawaban. Yang dimaksudkan bentuk pertanggung jawaban adalah laporan sebagai salah satu upaya untuk bertanggung jawab karena telah melaksanakan sesuatu. Dengan begitu maka pihak yang berkepentingan dapat mengetahui bahwa penulis telah melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

    Sebagai acuan

    Laporan digunakan sebagai acuan. Melalui laporan, seseorang atau suatu pihak dapat menentukan langkah yang akan diambil setelah membaca laporan. Misalnya laporan tentang banyaknya orang yang masih buta aksara, sehingga pihak yang berkepentingan dapat membuat keputusan untuk memberantas buta aksara di daerah tersebut melalui program X.

    Label:

    0 Komentar | @ 19.30

    Ciri-ciri dari laporan adalah sebagai berikut:

    Obyektif

    Laporan bersifat sangat obyektif. Yang dimaksud obyektif adalah dalam hal menyampaikan fakta. Pernyataan yang dibuat harus berdasarkan kenyataan. Kesimpulan dan rekomendasi yang diajukan harus disertai dengan bukti yang spesifik dan harus menghindari pendapat atau prasangka pribadi. Jika fakta menunjukkan A maka harus dilaporkan A tanpa tendensi apapun.

    Bahasa formal

    Bahasa yang digunakan dalam menulis laporan adalah bahasa formal yang baik, jelas, dan teratur. Yang dimaksud bahasa formal adalah bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa baku yang terdapat dalam EYD. Penyusunan paragraf, kalimat, pemilihan kata, hingga tanda baca yang digunakan harus tepat dan dari segi sintaksisnya bahasanya teratur. Kata ganti orang harus dihindari. Titik berat dan tekanannya tidak berdasarkan pendapat penyaji data, tetapi berdasarkan fakta.

    Sistematis

    Laporan harus benar sistematikanya. Judul, subjudul, sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang matang. Bagian-bagian dari laporan seperti pendahuluan, isi, dan kesimpulan harus disusun secara berurutan. Hal ini dilakukan supaya pembaca mudah mengerti isi dari laporan tersebut.

    Dibuat atas permintaan

    Laporan biasanya dibuat atas permintaan dari pihak-pihak tertentu. Laporan ini dibuat sebagai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukan. Laporan seperti ini biasanya merupakan laporan panjang atau pendek, tergantung dari kebutuhannya. Tetapi ada kalanya seseorang membuat laporan atas prakarsa diri sendiri.

    Pembacanya tertentu

    Laporan disusun berdasarkan bidang-bidang atau sub-sub bidang tertentu, juga dibuat berdasarkan permintaan pihak-pihak tertentu. Hal ini menyebabkan secara otomatis pembaca dari suatu laporan terbatas pada kalangan tertentu, tergantung dari kebutuhan pembaca terhadap laporan tersebut. Misalnya, laporan tentang keuangan perusahaan. Tentu saja hal ini tidak dapat dipublikasikan kepada semua pihak karena ini masalah intern perusahaan. Yang mengetahui mungkin hanya direktur keuangan, bagian keuangan, dan direktur utama atau dapat dikatakan hanya orang yang berhubungan langsung dengan manajemen keuangan perusahaan.

    Label:

    0 Komentar | @ 19.28

    Pengantar

    Laporan bukan merupakan hal yang asing di dalam kehidupan manusia dewasa ini. Laporan sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan manusia. Karena jika mau menilik, maka laporan dibutuhkan hampir di semua aspek ilmu pengetahuan dan semua jenis pekerjaan dengan instansi yang terkait.

    Laporan dapat dimanfaatkan mulai dari siswa untuk melaksanakan kegiatannya hingga pemerintah/instansi untuk menyusun kebijaksanaan-kebijaksanaan. Tetapi sayangnya hal ini tidak didukung dengan kemampuan untuk membuat laporan yang baik dan benar.

    Laporan yang baik dan benar yaitu laporan yang sesuai dengan kaidah penyusunan laporan dan yang dilaporkan sesuai dengan fakta, mencakup semua unsur dan tepat waktu. Orang cenderung membuat laporan secara sembarangan. Oleh karena itu mempelajari menulis laporan merupakan hal yang penting. Bayangkan jika seseorang melaksanakan sesuatu baik kegiatan, penelitian maupun perjalanan kemudian diminta membuat laporannya tentang hal-hal penting, tetapi dia tidak bisa. Padahal dari laporan tersebut banyak hal yang bisa dipelajari dan dijadikan suatu tindakan awal dalam mencari pemecahan suatu masalah.

    Pengertian Laporan

    Laporan merupakan dokumen yang bentuknya sangat bervariasi sehingga sulit untuk mendefinisikannya. Berikut ini ada beberapa pengertian dari laporan. Laporan adalah suatu cara komunikasi di mana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya (Keraf, 2001:284).

    Laporan adalah pemecahan suatu problem atau jawaban suatu pertanyaan, yang didukung oleh fakta yang diperoleh dari atau yang dibuktikan kebenarannya oleh penulisnya. Laporan berbentuk prosa ilmiah yang dikembangkan untuk berbagai cabang pengetahuan dan biasanya ditulis atas permintaan, perintah, atau jasa komisi (Brotowijoyo, 1988:166).

    Laporan yaitu membawa kembali dokumen tertulis yang disusun sebagai hasil dari prosedur untuk menjelaskan informasi (Hasnun, 2007 :49).

    Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan pengertian dari laporan. Laporan adalah alat komunikasi tulis yang digunakan untuk menyampaikan informasi, memecahkan masalah/menjawab pertanyaan, yang didukung oleh fakta sebagai hasil dari prosedur dan bentuk tanggung jawab dan dibuat atas permintaan, perintah, jasa komisi atau atas kemauan sendiri.

    Label:

    0 Komentar 14/06/13 | @ 22.36

    Daftar Koleksi Cerpen

    Daftar Koleksi Puisi

    Daftar Koleksi Naskah Drama

    Daftar Koleksi Surat

    Daftar Koleksi Laporan

    Label: , , ,