So Aja

Baca online: cerpen, puisi, naskah drama, surat

0 Komentar 26/06/13 | @ 09.44

Cerita Sebelumnya:


SI KECIL DALAM BUNGA TIDUR (Bagian 2)

Siang itu, Rony menelepon Dewi agar menjemputnya di rumah karena mobil Rony sedang di bengkel. Namun, jawaban dari handphone Dewi adalah jawaban dengan suara laki-laki.

“Siapa ini?” Tanya Rony ketus menjawab telepon.

“Rony, apa yang kamu cari dari Dewi?”

Rony tidak menjawab apa-apa, kemudian mengalihkan pembicaraan.

“Dewi mana dan siapa kamu?”

“Kamu nggak mengenali suaraku Ron?” Jawab laki-laki itu di seberang telepon.

“Jangan berbasa-basi, jawab pertanyaanku?”

“Temui aku di café pool and bar, nanti malam pukul sembilan!”

Tiba-tiba suara tut…tut…tut… terdengar di telinga Rony. Rony tidak berkata apa-apa yang dipikirkan hanya keadaan Dewi. Sesaat Rony terdiam dan berpikir hal buruk yang terjadi pada Dewi.

Pukul 20.55 WIB Rony hanya terdiam di depan café yang dimaksud seseorang dalam telepon tadi siang. Tiba-tiba bunyi SMS terdengar di telinga Rony dan dia sadar harus segera membukanya.

“Sudah sampai Ron? Aku di meja nomor lima!” Tulisnya singkat.

Segera Rony bergegas ke meja nomor lima dan ternyata yang ditemui Rony adalah Tony, sahabat Rony selama SMA hingga sekarang. Rony tak percaya dan langsung menyerbu dengan pertanyaan yang membuat Tony tertawa sinis.

“Apa mau mu Ton?” Tanya Rony kalut.

“Nggak ada kok Ron, aku mau kamu putusin Dewi sebelum terlalu jauh. Dewi udah banyak dosa sama aku, sama yang lain dan sama kamu?”

“Apa-apaan kamu! Dewi cewekku Ton! Mau apa kamu?”

“Aku mau bilang selama ini Dewi bohongin kamu, Dewi itu selalu berkencan denganku tiap malam, tidak hanya aku Ron, banyak pacar Dewi yang tak segan dibuat teman kencannya, aku kasihan sama kamu dan karena kamu bodoh.” Jawab Tony enteng.

“Ini buktinya, foto-fotoku semalam, Dewi mabuk! Dewi bilang, jalan sama kamu seperti jalan dengan pembantunya yang mau disuruh setiap saat. Sekarang Dewi di rehap, overdosis. Kamu juga belum tahu kan kalo Dewi pecandu? Aku pergi dulu, maaf Ron aku bukan sahabat baik yang kamu kira. Ini semua karena uang dan obat yang membuat aku dan Dewi berhubungan sejauh ini.”

Tanpa sepatah kata pun lagi Tony segera keluar dari café dan meninggalkan Rony yang masih shock dengan kabar yang membuatnya tak dapat berdiri. Rony bingung apa yang harus dilakukan, Rony hanya diam sambil manghancurkan foto meski masih ada yang tersisa. Rony seketika putus asa tak tahu kemana harus pergi. Tak ada air mata yang menetes, yang ada hanya tatapan tajam yang tersirat di matanya. Saat itu juga Rony meneguk alkohol tanpa henti, Rony terlalu percaya kepada orang yang ada disekitarnya yang selama ini dianggapnya suci.

Malam itu juga malam keberuntungan bagi Susan. Susan mendapat bonus besar dari pak tua yang sekarang menjadi tamu langganannya. Tak tanggung-tanggung Susan segera pergi ke café untuk menghabiskan uang dan minum sepuasnya karena lelah setelah melayani tamunya. Tak disangka Susan terlalu larut datang ke café, yang ditemuinya hanya pintu café yang bertuliskan closed. Namun tanpa disengaja Susan melihat sesosok laki-laki tampan yang tergeletak pingsan karena terlalu banyak minum. Susan bingung apa yang harus dilakukan, karena takut ada polisi dengan cepat dibawanya laki-laki itu ke rumahnya, di lokalisasi.

“San kamu gila! Cowok siapa kamu bawa ke sini?” Tanya Rini.

“Tau nih siapa? Tidak ada identitas, kasihan Rin?”

“Kamu taruh mana tuh cowok?” Tanya Rini bingung.

“Kamarku aja, biar dia istirahat, lumayan dia cakep?”

“Tumben kamu peduli sama orang lain?”Tanya Rini heran dan tak digubris oleh Susan.

Malam kian larut hanya bunyi detik jam dinding yang terdengar di dalam kamar Susan yang remang-remang. Susan hanya diam melihat sesosok laki-laki yang tak dikenalnya ada dalam kamar Susan dan tertidur pulas. Namun tiba-tiba Susan kaget bukan main, laki-laki itu sadar dan menyerang Susan dengan kuat.

“Dewi…Dewi… kenapa kamu melakukan itu kepadaku?” Teriak Rony yang tak terkendali.

Susan tidak bisa melepaskan pelukan Rony yang begitu kuat, tubuhnya dipegang dan diguncang keras oleh tangan Rony.

“Heh Mas! Maaf siapa anda, aku menolong tapi tidak untuk dilakukan seperti ini?” Jerit Susan

“Dewi akupun mau kamu ajak berkencan jika itu mau kamu agar kamu tidak pergi dariku?”

“Kenapa harus Tony?” Teriak Rony sekali lagi.

Keadaan yang tak bisa ditolak Susan pun terjadi, malam itu Susan tak dapat berbuat apa-apa, tak dapat menolak keinginan Rony. Lokalisasi yang terbiasa dengan suara ramai tak akan berpengaruh dengan suara teriakan Susan yang keluat dari kamar. Semua penghuni tak peduli dengan semua itu.

Waktu berlalu. Rony sadar dan seketika terbangun dari tidurnya . Tak ayal terperanjat dan kaget apa yang dilihat. Susan pun menjelaskan apa yang terjadi antara mereka berdua. Rony pun terdiam tak berkata apa-apa dan juga tidak menyangkalnya. Sesaat Rony bercerita kepada Susan tentang dirinya, kenapa dia seperti itu. Apapun alasannya Rony telah bercerita kepada Susan selayaknya orang yang telah lama kenal bertahun-tahun, entah motivasi apa yang menuntut Rony bercerita kepada Susan.

* * * * *
B E R S A M B U N G

Label: ,